Jakarta - Ketua Umum PSSI yang baru, Djohar Arifin Husin, menegaskan bahwa timnas Indonesia akan tetap berangkat ke Turkmenistan. Hal ini sekaligus memupus keraguan yang sempat muncul sebelumnya.
Kekhawatiran yang dimaksud adalah ketiadaan dana yang menyebabkan staf tim nasional belum menerima gaji selama empat bulan. Ketiadaan dana itu otomatis membuat nasib dan jadwal bertanding timnas di laga internasional ikut terombang-ambing.
Djohar kemudian menegaskan bahwa agenda timnas tidak akan terganggu dan menjanjikan bahwa skuad 'Merah-Putih' akan tetap berangkat ke Turkmenistan untuk menjalani laga Pra-Piala Dunia.
"Kita membahas mengenai persiapan timnas menuju Pra-Piala Dunia di Turkmenistan. Insya Allah mereka akan tetap diberangkatkan," ujarnya dalam konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta (11/7/2011).
"Mereka akan dipanggil pada tanggal 13, lalu pada tanggal 20 akan berangkat ke sana, pada tanggal 24 akan bertanding di Turkmenistan, dan tanggal 28 akan bertanding di Indonesia."
"Mengenai siapa-siapa saja pemainnya, itu tergantung pelatih," tukasnya.
Ketika ditanya dari mana sumber dana untuk timnas, Djohar menyebut akan segera membicarakannya dengan pemerintah, dalam hal ini Menpora Andi Mallarangeng. Ia juga menyebut, akan ada sumber dana dari BUMN sebagai sumber dana untuk berbagai hal lainnya.
"Selama ini kita belum bisa berlatih karena PSSI tidak dipercaya pemerintah sehingga dana tidak diterima. Nanti ini akan kita bicarakan dengan Pak Menteri."
"Sumber dana juga akan ada bantuan dari BUMN. Kemarin tertunda belum diberikan karena kongres belum selesai. Pak Farid yang orang keuangan akan urus hal ini," jabar Djohar.






0 komentar:
Posting Komentar